• Mon. Jan 30th, 2023

Deretan Lagu Daerah Dan Asalnya

Deretan Lagu Daerah Dan Asalnya – Indonesia adalah negara dengan keberagaman suku yang tercipta dengan alami dan saling toleransi. Di setiap suku tentunya SLOT GACOR HARI INI memiliki ciri khas dari makanan, budaya dan lagu yang tercipta.

Berikut ini Deretan Lagu Daerah Dan Asalnya :

1. Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan)

Ampar-Ampar Pisang adalah lagu daerah asal Kalimantan Selatan SLOT GACOR HARI INI yang menggunakan bahasa Banjar dalam liriknya. Lagu ini diciptakan oleh Hamiedan AC, seorang pencipta lagu asal Kalimantan kelahiran 26 September 1940.

Lagu tersebut menceritakan proses pisang diolah menjadi makanan khas, dengan cara dijemur atau diamparkan. Biasanya, Ampar-Ampar Pisang dilantunkan anak-anak saat melakukan sebuah permainan. Liriknya yang sederhana membuat anak-anak dengan mudah menghafal dan mencerna lagu ini.

2. Apuse (Papua)

Lagu daerah populer selanjutnya yang sangat familiar didengar SLOT GACOR HARI INI masyarakat adalah Apuse, asal Biak, Papua. Corry Rumiono, adalah seorang penyanyi yang pertama kali mempopulerkan lagu daerah tersebut.

Apuse bercerita tentang seorang cucu yang berpamitan dengan kakek dan neneknya. Si cucu ingin pergi ke teluk Doreri di wilayah Manokwari.

3. Ayam Den Lapeh (Sumatera Barat)

Ayam Den Lapeh adalah sebuah lagu daerah asal Sumatera Barat, dan diciptakan oleh Nurseha. Banyak pihak menilai, jika lagu daerah yang satu ini cukup unik. Sebab, memiliki musik yang cukup riang padahal mengandung arti yang menyedihkan. Lagu ini memberikan pesan kepada para pendengarnya untuk selalu menerima sebuah kehilangan dengan tabah dan lapang dada.

4. Bungong Jeumpa (Aceh)

Lagu Bungong Jeumpa kembali dikenal karena dinyanyikan oleh para penari dalam upacara pembukaan Asian Games 2018 di Stadion GBK, Jakarta. Bungong Jeumpa berarti bunga cempaka yang memang dicintai masyarakat Aceh. Melansir informasi seri budaya Kemendikbud, Bungong Jeumpa sendiri dahulu sangat subur tumbuh di tanah Serambi Mekah. Namun, kini keberadaannya justru sukar ditemui. Sementara itu, jika menilik penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Samudra Bahasa tahun 2018, lagu Bungong Jeumpa juga mengisahkan tentang cantiknya gadis Aceh dengan budi pekertinya yang amat baik. Oleh karena itu, dalam salah satu liriknya dikatakan ‘Bungong Jempa Bungong Jeumpa, Meugah di Aceh’. Kata ‘Meugah’ di sini digunakan sebagai kalimat yang meninggikan posisi gadis asal Aceh.

5. Jali-Jali (DKI Jakarta)

Selanjutnya, ada lagu daerah asal ibukota Jakarta, Jali-Jali. Lagu ini sudah pasti sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Tidak diketahui pasti siapa pencipta asli lagu ini, dan kapan lagu ini diciptakan. Namun, lagu Jali-Jali sudah populer sejak masa kolonial Belanda. Jali-Jali dipopulerkan oleh seorang pimpinan orkes keroncong, M Sagi sekitar tahun 1942. Lagu daerah ini berisi pantun yang dirangkai dan dipadukan dengan menggunakan musik. Isinya, menghibur seseorang yang sedang berada dalam kondisi sedih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.